A Taste of Summer: Workshop Nerikiri bersama ELM'S Corner dan Miro Matcha

A Taste of Summer: Workshop Nerikiri bersama ELM'S Corner dan Miro Matcha

6/9/2026 — Nerikiri, Workshop, Kolaborasi

Musim panas di Jepang hadir melalui suara serangga, cahaya yang panjang, aliran air, bunga yang terbuka, dan warna langit yang berubah. Dalam wagashi, kesan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bentuk kecil dengan pilihan warna dan detail yang terukur.

A Taste of Summer in Nerikiri merupakan workshop kolaborasi ELM'S Corner dan Miro Matcha yang memperkenalkan cara nerikiri membawa tanda-tanda musim ke dalam sajian.

Nerikiri dan Musim Panas Jepang

Nerikiri sering mengambil inspirasi dari alam. Sebuah desain tidak harus menggambarkan objek secara harfiah; warna biru dapat mengingatkan pada air, garis melengkung dapat memberi kesan angin, dan aksen merah atau kuning dapat menjadi titik cahaya pada komposisi.

Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menjelaskan bahwa wagashi berkembang dekat dengan pergantian musim serta kebiasaan masyarakat. Pada nerikiri dan konashi, perubahan musim dapat hadir melalui warna dan bentuk meskipun bahan dasarnya serupa. Lihat penjelasan resminya pada Japanese Sweets—Traditional Foods in Japan.

Tentang Kolaborasi

Pertemuan ELM'S Corner dan Miro Matcha membawa dua unsur yang memiliki hubungan panjang dalam budaya Jepang: wagashi dan teh.

Wagashi membantu menyiapkan indera sebelum teh dinikmati, sementara rasa teh memberi kontras terhadap manisnya kue. Dalam konteks modern, hubungan tersebut juga membuka cara yang lebih mudah bagi peserta untuk mengenal filosofi musim, warna, dan perhatian terhadap detail.

Apa yang Diperkenalkan dalam Workshop?

Workshop ini dirancang sebagai pengantar bagi peserta yang belum pernah membuat nerikiri. Materinya berpusat pada beberapa dasar berikut:

  • Mengenal nerikiri sebagai salah satu jenis wagashi.
  • Memahami tekstur adonan yang sesuai untuk dibentuk.
  • Membungkus isian dengan ketebalan yang seimbang.
  • Membentuk dasar menggunakan tangan.
  • Menggunakan alat untuk membuat garis dan lekukan.
  • Menempatkan warna sesuai tema musim panas.
  • Menyelesaikan detail tanpa membuat bentuk terasa penuh.

Setiap tahap dilakukan berurutan agar peserta dapat melihat hubungan antara adonan, tekanan tangan, dan hasil akhir.

Mengapa Tema Musiman Penting?

Musim memberi konteks pada sebuah desain. Ketika inspirasi, warna, nama, dan waktu penyajian saling berhubungan, nerikiri menjadi lebih mudah dipahami sebagai bagian dari budaya wagashi.

Hubungan ini dibahas lebih lengkap dalam artikel Wagashi Musiman Jepang: Makna Empat Musim dalam Setiap Bentuk. Untuk pembaca yang baru mengenalnya, mulai dari Wagashi: pengertian, jenis, sejarah, dan filosofinya.

Belajar Nerikiri Setelah Workshop

Sesi pengantar dapat dilanjutkan dengan latihan bentuk dasar seperti bulat, pembungkus isian, pembagian garis, dan gradasi warna. Konsistensi latihan lebih penting daripada langsung memilih desain yang rumit.

Panduan cara membuat nerikiri dan teknik dasarnya membahas tahapan tersebut secara lebih rinci. ELM'S Corner juga menyediakan Kelas Nerikiri Full-Day di Jakarta bagi peserta yang ingin mempelajari enam desain dengan waktu latihan lebih panjang.

Tentang ELM'S Corner

ELM'S Corner merupakan atelier dan tempat belajar wagashi di Jakarta dengan fokus utama pada nerikiri. Setiap kelas menghubungkan teknik, musim, dan cerita di balik bentuk agar peserta tidak hanya mengikuti langkah, tetapi juga memahami arah sebuah desain.

Tanyakan jadwal workshop nerikiri melalui WhatsApp

Lihat dokumentasi kolaborasi bersama Miro Matcha di Instagram.